Remaja di Kubu Raya Bacok Ayah Kandung Sendiri Usai Ditegur Soal Layangan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 15 Oktober 2025 16:51 WIB dengan kategori Kalimantan Barat Kuburaya dan sudah 306 kali ditampilkan

KUBURAYA - TERKININEWS.COM - Seorang remaja di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, nekat membacok ayah kandungnya sendiri hingga terluka parah. Aksi kekerasan yang terjadi pada Senin (13/10/2025) siang itu dipicu hal sepele: teguran sang ayah karena pelaku asyik membuat layangan.

Korban, Aspahani (65), mengalami tiga luka bacok serius di bagian punggung dan bahu. Ia sempat mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Sungai Kakap sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soedarso Pontianak untuk menjalani operasi.

Kepala Polsek Sungai Kakap, IPTU Rudi Hartono, ketika dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di dalam rumah korban di Jalan Parit Cikminah Darat, Dusun Karya Tani.

“Iya, benar. Pelaku dengan inisial P (27) telah kita amankan. Motifnya karena pelaku tidak terima ditegur korban yang memintanya berhenti membuat layangan karena sudah mendekati waktu salat Dzuhur,” ujar IPTU Rudi Hartono, Senin siang.

Dari hasil penyelidikan sementara, teguran tersebut memicu amarah pelaku. Dalam kondisi emosi, Peri yang saat itu masih memegang parang yang digunakan untuk membuat layangan, secara brutal mengayunkan senjata tajam itu ke tubuh ayahnya sendiri.

“Korban kemudian berusaha melarikan diri ke luar rumah, namun pelaku masih mengejar. Beruntung, warga sekitar berhasil melumpuhkan dan melucuti pelaku,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap, IPDA Adrianus Ari, yang turut memimpin olah TKP.

Saat ini, kondisi Aspahani dilaporkan masih belum stabil dan menjalani perawatan intensif pasca-operasi. Sementara itu, pelaku, Peri, telah ditahan di Polsek Sungai Kakap dan menghadapi pasal berlapis.

“Kami menjerat pelaku dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan Berat dan Pasal 355 tentang Penganiayaan terhadap Orang Tua. Kami masih mendalami latar belakang dan kondisi psikologis pelaku,” pungkas IPDA Adrianus Ari.

Kejadian ini menyisakan duka dan trauma mendalam bagi keluarga serta membuat geger warga setempat. Aksi kekerasan dalam rumah tangga yang berawal dari emosi sesaat ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya mengelola amarah./kzn