Wali Kota Tegal Resmikan Bakmie Djaya Abadi, Janjikan Perizinan Usaha Cepat dan Mudah
KOTA TEGAL - TERKININEWS.COM - Pemerintah Kota Tegal menunjukkan komitmen mendukung pertumbuhan kuliner dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui peresmian Bakmie Djaya Abadi.
Lokasi usaha baru ini berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, yang diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono beserta istri Gadis Sephi Febriana, didampingi Wakil Wali Kota Tazkiyatul Muthmainnah, Kamis (22/1/2026) siang.
Acara peresmian yang juga menjadi grand opening diwarnai atraksi barongsai yang menarik, sekaligus menyambut kedatangan Wali Kota dan selebriti Nikita Willy. Hadir dalam kesempatan tersebut juga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolres Kota Tegal, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta undangan khusus.
Dalam pidatonya, Wali Kota Dedy Yon mengapresiasi kehadiran Bakmie Djaya Abadi yang dipercaya dapat memperkaya ragam kuliner khas Kota Tegal. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memberlakukan sistem pelayanan perizinan "satu meja satu kursi" untuk memastikan proses pengurusan izin berjalan cepat dan mudah bagi setiap pengusaha.
"Kehadiran usaha ini tidak hanya menambah pilihan kuliner masyarakat, melainkan juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dedy Yon, yang juga menekankan peran strategis sektor kuliner dalam memperkuat identitas kota dan daya tarik pariwisata.
Owner kawasan usaha terintegrasi tersebut, Galih Bagas Kara, menjelaskan bahwa saat ini telah beroperasi tiga unit usaha kuliner, yaitu Cafe Jajanan, Soto Joglo, dan Bakmie Djaya Abadi. Semua mitra usaha serta tenaga kerja yang terlibat berasal dari kalangan lokal.
"Kami membangun kawasan ini dengan konsep ruang berkumpul yang inklusif, dan seluruh sumber daya manusia serta kemitraan yang kami bangun bersumber dari masyarakat Kota Tegal," ungkap Galih.
Ia menambahkan, hingga akhir tahun 2026 direncanakan akan beroperasi sekitar 12 unit usaha utama dan total 50 unit usaha jika termasuk kuliner skala kecil, yang semuanya dikelola oleh satu tim manajemen.
Meskipun demikian, pihak pengelola tidak menutup kemungkinan untuk menyewakan sebagian area kepada pihak luar sesuai perkembangan masterplan.
Selain usaha kuliner, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti playground anak, lapangan padel, dan ruang acara pernikahan. Kawasan serbaguna ini juga siap menjadi tempat untuk pertemuan maupun kegiatan malam mingguan.
"Kami berharap dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sekaligus berkontribusi pada peningkatan pendapatan kota dan pengurangan angka pengangguran. Ketika kawasan ini ramai, maka secara otomatis akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Tegal," pungkas Galih.(Sholeh).

