Kayu di Pantai Larangan Bukan Hasil Tebangan, Kapolres Tegal dan Perhutani Teliti Langsung di Lokasi

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 27 Januari 2026 12:24 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 219 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM - Setelah informasi tentang temuan kayu gelondongan di Pantai Larangan menjadi viral, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama tim serta pihak Perhutani KPH Pekalongan Barat, melakukan pengecekan langsung di lokasi pada Selasa (27/01/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Tujuan utama adalah memverifikasi informasi yang beredar dan menjawab kekhawatiran masyarakat.
 
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan tidak ada keterkaitan dengan aktivitas penebangan ilegal maupun legal di kawasan hutan.
 
Setelah melakukan pemeriksaan, pihak Perhutani menyatakan dengan tegas bahwa kayu jenis sengon dan geringging yang ditemukan bukan hasil dari proses penebangan apapun.
 
Maria Endah Ambarwati, Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis visual dan ciri khas kayu, material tersebut merupakan vegetasi alam dari kawasan lereng Gunung Slamet.
 
“Dari pengamatan kita, kayu ini berasal dari vegetasi alam yang tumbuh di Gunung Slamet. Bukan hasil tebangan resmi maupun ilegal, karena Perhutani tidak menjalankan aktivitas penebangan di lereng tersebut. Ciri khasnya juga jelas – bekas batang tidak rapi dan kondisinya sudah lapuk, jadi bukan dari kegiatan yang direncanakan,” ujarnya.
 
Menurutnya, kayu tersebut kemungkinan besar berasal dari pohon yang tumbang akibat kondisi cuaca ekstrem. Setelah itu, pohon-pohon tersebut terbawa arus air dari hulu dan akhirnya terdampar di Pantai Larangan.
 
“Daerah tangkapan air Kali Gung yang mencakup sekitar 1.800 hektare di lereng Gunung Slamet menjadi wilayah potensial asal kayu tersebut. Material bisa datang dari berbagai titik di hulu sebelum terkumpul di muara,” tambahnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa dokumentasi dari basecamp pendakian di pos tiga dan pos empat menunjukkan adanya batang kayu yang mirip dengan yang ditemukan di pantai, memperkuat dugaan asal-usulnya dari lereng Slamet.
 
Perhutani dan Polres Tegal menyampaikan bahwa kejadian ini bersifat alamiah akibat banjir dari wilayah hulu, dan mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan sekitar.(Sholeh).