Bupati Tegal Komitmen Terjemahkan Rakornas Sentul ke Aksi Lapangan

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 3 Februari 2026 08:02 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 244 kali ditampilkan

BOGOR - TERKININEWS.COM -  Setelah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid serta unsur Forkopimda Kabupaten Tegal menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan program prioritas nasional di tingkat daerah. Digelar Senin (2/2/2026) dengan tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045," acara ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan diikuti oleh 4.487 peserta dari seluruh penjuru negara.
 
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci utama bagi keberhasilan agenda pembangunan nasional. 

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, kata Presiden, harus diwujudkan melalui kerja keras, perencanaan yang terstruktur, dan keselarasan program antar tingkatan pemerintah. Beberapa fokus utama yang disampaikan meliputi ketahanan pangan dan energi, pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan infrastruktur terintegrasi, penegakan hukum, serta pemberantasan korupsi. 

Presiden juga mengingatkan agar seluruh kepala daerah bergerak seiring dengan kebijakan nasional, bukan bekerja mandiri.
 
Usai mengikuti acara, Bupati Ischak menyampaikan bahwa Kabupaten Tegal telah mendapatkan arahan jelas terkait program-program unggulan yang perlu diterapkan secara optimal. 

Di antaranya adalah Koperasi Desa Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan, Sekolah Rakyat, serta penanganan sampah yang menjadi permasalahan krusial di banyak daerah, termasuk Tegal.
 
"Kita akan segera mengeluarkan Surat Edaran untuk seluruh SD dan SMP di bawah naungan Pemkab Tegal agar melakukan kegiatan pembersihan sampah di titik-titik kumuh dan juga di lingkungan sekolah masing-masing," jelas Bupati.
 
Tak hanya sampah, Bupati juga menyoroti penataan wajah kota, terutama terkait spanduk, baliho, dan iklan yang belum teratur. Menurutnya, kondisi ini dapat memengaruhi citra Kabupaten Tegal di mata wisatawan.
 
"Kita tidak bisa mengharapkan wisatawan kembali berkunjung jika yang mereka temukan pertama kali adalah reklame yang semrawut dan tidak terkelola dengan baik," tandasnya.
 
Di sela-sela kegiatan Rakornas, Bupati juga menjalin pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Kehutanan untuk membahas pengelolaan kawasan wisata Guci. 

Ia menyampaikan aspirasi masyarakat terkait Pancuran 13 yang dahulu dapat dinikmati secara cuma-cuma ketika dikelola oleh Pemkab. 

Aspirasi ini mendapatkan tanggapan positif dari pihak Kementerian Kehutanan, dan Bupati bahkan telah menyerahkan surat resmi sebagai bentuk komitmen Pemkab Tegal dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
 
Selain itu, Bupati juga mengajukan usulan kolaborasi pengelolaan air panas Guci yang saat ini berada di bawah naungan PSDA bersama BUMD, baik PDAM Kabupaten Tegal maupun PDAB Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya tersebut.
 
Rencananya, akan dibangun reservoir dan sistem pipa transmisi agar distribusi air panas dapat berjalan lebih teratur, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan pariwisata Guci secara berkelanjutan. (Sholeh).