Bupati Tegal Apresiasi KPRI Sejahtera Kategori Sehat, Targetkan Diversifikasi Usaha

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 13 Februari 2026 05:02 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 178 kali ditampilkan

TEGAL – TERKININEWS.COM – Rapat Anggota Tahunan (RAT) menjadi pijakan utama dalam menguatkan tata kelola koperasi, berperan sebagai forum tertinggi untuk menilai capaian kerja, memperkokoh komitmen bersama, serta menetapkan arah perkembangan organisasi ke depan. Hal tersebut disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat menghadiri RAT Tahun Buku 2025 KPRI "Sejahtera" yang digelar di Pendopo Amangkurat pada Kamis (12/02/2026).
 
Acara yang juga menjadi momentum untuk mengukuhkan dasar koperasi pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal ini, mendapat apresiasi dari Bupati yang menyatakan bahwa pelaksanaan RAT secara teratur dan tepat waktu mencerminkan tata kelola yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Ia juga memuji prestasi KPRI "Sejahtera" yang berhasil masuk kategori koperasi sehat dengan perkembangan positif di berbagai aspek mulai dari jumlah anggota yang bertambah, pengelolaan keuangan profesional, hingga peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU).
 
"RAT bukan hanya agenda tahunan yang harus dilaksanakan, melainkan momen penting untuk bersama-sama mengevaluasi jalannya organisasi, mempertegas komitmen antar anggota, serta menetapkan kebijakan strategis untuk masa mendatang," tegasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Bupati menyerahkan sertifikat penilaian kesehatan koperasi dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal kepada Ketua Pengurus KPRI "Sejahtera" Nurhayati, sebagai bentuk penghargaan atas kinerja yang konsisten dan dapat dipercaya.
 
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus periode 2021–2025 atas dedikasi yang telah diberikan. "Saya berharap proses pemilihan pengurus dan pengawas periode baru berjalan dengan penuh demokrasi, transparansi, dan tanggung jawab. 

Semoga KPRI 'Sejahtera' terus berkembang menjadi koperasi pegawai yang sehat, profesional, dan berdaya saing, serta menjadi contoh terbaik bagi koperasi lain di Kabupaten Tegal," pungkas Bupati.
 
RAT KPRI "Sejahtera" Tahun Buku 2025 kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban, pembahasan program kerja mendatang, serta proses pemilihan pengurus dan pengawas periode 2026–2031. Melalui kegiatan ini, diharapkan koperasi semakin memperkuat solidaritas antar anggota dan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
 
Sementara itu, Ketua pengurus KPRI yang baru periode 2026 - 2031 Nurhayati menyampaikan bahwa hingga akhir Tahun Buku 2025, jumlah anggota koperasi mencapai 436 orang dengan tingkat kehadiran RAT lebih dari 50 persen. 

Selama lima tahun kepengurusan, pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan, termasuk menyelesaikan kredit bermasalah dan meningkatkan standar tata kelola.
 
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil penilaian kesehatan koperasi, KPRI 'Sejahtera' masuk kategori sehat. Pencapaian ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan seluruh anggota serta pendampingan dari Dinas Koperasi," ujarnya.
 
Pertumbuhan anggota sebanyak 65 orang dari periode sebelumnya terjadi berkat surat edaran yang membuka kesempatan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) paruh waktu dan penuh untuk bergabung. Hal ini menjadi bukti kepercayaan tinggi dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPPK terhadap koperasi. 
 
"Kini mereka bisa memanfaatkan layanan simpan pinjam sesuai kebutuhan, dengan batasan pinjaman berbeda maksimal Rp30 juta untuk PPPK dan Rp60 juta untuk PNS," jelas Nurhayati.
 
Ia menambahkan bahwa seluruh anggota yang bergabung adalah mereka yang secara sukarela mendaftar, meskipun jumlahnya masih terbatas pada lingkungan Sekretariat Daerah karena setiap OPD memiliki koperasi masing-masing, seperti koperasi guru yang memiliki basis anggota yang besar.
 
"Selain layanan simpan pinjam, kami juga menyediakan program perlindungan berupa asuransi. Bagi anggota yang tidak tercakup asuransi, kami tetap berikan dukungan sosial dengan sistem angsuran yang disesuaikan kemampuan ahli waris. Setiap anggota yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp1 juta," ungkapnya.
 
Dari sisi keuangan, SHU Tahun Buku 2025 tercatat sebesar Rp377.558.573 atau naik sekitar 11 persen dibanding periode sebelumnya. Penyaluran pinjaman kepada anggota mencapai 97,7 persen dari total dana yang dikelola, dengan saldo pinjaman mendekati Rp3,5 miliar.
 
Nurhayati juga mengungkapkan rencana usaha baru untuk periode 2026–2031. "Kami berencana kembangkan berbagai usaha seperti layanan cuci mobil dan motor, kedai kopi siap saji, serta menjalin kerja sama dengan penggadian untuk menyediakan fasilitas pembelian emas batangan dan motor dengan biaya lebih murah selisihnya bisa mencapai hampir Rp400 ribu dibandingkan lembaga pembiayaan lain," paparnya.
 
Ia berharap kepada kepengurusan baru yang akan terpilih: "Semoga dengan dilantiknya kepengurusan baru, koperasi dapat berjalan lebih amanah, lebih kreatif dalam mengembangkan usaha baru, serta senantiasa berinovasi untuk memberikan pelayanan optimal sesuai kepentingan seluruh anggota."
 
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Imam Rudy Kurnianto menyampaikan bahwa KPRI "Sejahtera" meraih skor kesehatan sebesar 83,65 yang masuk kategori sehat. Ia mengapresiasi tren positif pertumbuhan aset, modal sendiri, dan SHU yang terus meningkat setiap tahun, serta mendorong pengurus untuk mengembangkan berbagai lini usaha baru guna memperkuat daya saing.
 
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tegal Akhmad Bukhori juga memberikan apresiasi atas konsistensi KPRI "Sejahtera" dalam menyelenggarakan RAT tepat waktu sebagai bukti tata kelola yang baik. 

Ia menekankan pentingnya regenerasi kepengurusan untuk menjamin keberlanjutan organisasi koperasi. (Sholeh).