DPUPR Kota Tegal Bersinergi Dengan PSDA Pemali Comal Tuntaskan Perbaikan Tanggul Sungai Ketiwon Yang Runtuh

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 14 Februari 2026 09:00 WIB dengan kategori Daerah Kota Tegal Tegal dan sudah 256 kali ditampilkan

TEGAL – TERKININEWS.COM – Tanggul Sungai Ketiwon yang mengalami keruntuhan beberapa hari yang lalu tengah gencar diperbaiki, dengan target penyelesaian dalam rentang waktu dua hingga tiga hari ke depan.
 
Keterangan ini disampaikan oleh Sub Koordinator Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Kota Tegal, Wahyu, saat memberikan informasi terkait penanganan kondisi darurat di lokasi tersebut.
 
"Kami telah memulai pemasangan pancang bambu hari ini. Proses pekerjaan memerlukan waktu lebih lama karena akan dibentuk tiga lapisan bertumpuk, dengan panjang ruas yang menjadi fokus perbaikan sekitar 30 hingga 50 meter sesuai dengan hasil pengukuran yang dilakukan oleh Balai Pemali Comal," jelas Wahyu.
 
Bahan-bahan untuk perbaikan, antara lain sandbag dan geotek, disediakan oleh Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal. Sementara pancang bambu disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, dengan pendanaan dari anggaran darurat yang diambil dari dana rutin dinas.
 
Dalam pelaksanaannya, perbaikan melibatkan tenaga kerja sebanyak 50 orang dari DPUPR Kota Tegal dan 10 orang dari Balai Pemali Comal, sehingga totalnya mencapai sekitar 60 pekerja yang terlibat langsung di lapangan.
 
Sementara itu, Plt Kepala DPUPR Kota Tegal, Heru Prasetya, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp pada hari Kamis, (12/2/2026) menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan kerja sama erat dengan PSDA Provinsi Jawa Tengah, baik dalam menangani situasi darurat maupun menyusun langkah-langkah penanganan secara permanen.
 
"Kita akan berkoordinasi maksimal dengan PSDA Provinsi untuk mengatasi kondisi darurat ini. Selain itu, kami juga akan memperkuat pemantauan dan pemeriksaan terhadap seluruh bagian tanggul, khususnya di wilayah Kota Tegal yang dilalui Sungai Ketiwon, serta melakukan koordinasi bersama PSDA di berbagai titik strategis lainnya," ungkap Heru.
 
Menurutnya, kerusakan pada tanggul terjadi karena bagian struktur beronjong batu tidak terhubung dengan baik, akibat proyek pembangunan sebelumnya yang belum dapat diselesaikan secara keseluruhan.
 
Untuk penanganan jangka panjang, rencana yang akan dilakukan adalah menyambung kembali struktur beronjong batu yang rusak dan menerapkan sistem perlindungan serupa pada Sungai Ketiwon serta Sungai Kaligangsa – kedua sungai ini memiliki potensi arus air yang cukup kuat.
 
"Kami akan terus menjaga koordinasi dengan PSDA Pemali Comal, mengingat berdasarkan aturan yang berlaku, pengelolaan sungai berada di bawah wewenang PSDA. Sedangkan DPUPR berperan sebagai pendukung dengan menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kapasitas yang kami miliki," ucapnya.
 
"Kami berharap seluruh daerah aliran sungai di Kota Tegal, terutama sepanjang Sungai Ketiwon, dapat dilakukan proses normalisasi dan mendapatkan perlindungan yang memadai, sehingga tidak akan terjadi lagi kerusakan atau keruntuhan tanggul di kemudian hari," tambahnya.
 
Wahyu menambahkan bahwa ruas tanggul yang runtuh tersebut sebelumnya tidak masuk dalam daftar tanggul yang tergolong kritis. Kerusakan terjadi karena lokasinya berada di tikungan sisi luar sungai yang langsung menerima benturan arus banjir dengan debit yang tinggi.
 
Selain itu, terdapat beberapa segmen tanggul dengan bentuk struktur siku yang perlu mendapatkan perhatian khusus di wilayah Kecamatan Tegal Timur, mulai dari kawasan Pulau Rote hingga daerah sekitar Timor Timur, karena struktur tanggul di sana relatif tipis dan memerlukan peninggian.(Sholeh).