Momentum HPSN 2026: Sinergi Tiga Pilar Wujudkan Pesisir Tegal Bebas Sampah
TEGAL - TERKININEWS.COM - Pesisir Pantai Larangan di Desa Munjungagung, Kabupaten Tegal, menjadi saksi bisu semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan, Jumat (13/2/2026). Ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, relawan, hingga masyarakat umum, bahu-membahu mengikuti Apel dan Aksi Bersih Pantai untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Menuju Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah".
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memimpin langsung jalannya kegiatan, didampingi oleh Wakil Bupati Ahmad Kholid. Turut hadir Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, beserta jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi daerah lainnya, seperti Danlanal Tato Taufiqurochman, Danyonif 407/PK Sisriyanto Ade Prasiska, dan perwakilan dari berbagai satuan TNI. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, termasuk Ketua Bumdes Warnadi.
Dalam amanatnya, Bupati Ischak Maulana Rohman menyampaikan bahwa masalah sampah adalah isu krusial yang memengaruhi kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kualitas hidup generasi penerus. Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional menunjukkan bahwa Kabupaten Tegal menghasilkan sekitar ±661,94 ton sampah per hari atau ±241.609 ton per tahun, dengan tingkat penanganan baru mencapai sekitar 10,05 persen.
"Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya aksi nyata dalam menjaga lingkungan," tegas Bupati.
Aksi bersih pantai kali ini mengadopsi pendekatan kurva sampah, yang menekankan pentingnya penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Artinya, masalah lingkungan tidak hanya diselesaikan di pesisir, tetapi juga harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah.
Setelah apel, ratusan peserta bergotong royong membersihkan pantai dari sampah plastik, kayu, dan material sisa banjir. Kebersamaan antara aparat, pelajar, dan masyarakat menciptakan suasana gotong royong yang membuktikan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini adalah wujud pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya preventif menjaga keselamatan dan kualitas hidup warga.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Polri hadir untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengatasi masalah sampah dan dampaknya," ujar Kapolres.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan budaya hidup bersih dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.(Sholeh)

