Bantuan Rp239 Juta Diberikan Pemprov Jateng Untuk Tangani Tanah Bergerak di Padasari

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 18 Februari 2026 08:48 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 223 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM - Sebagai upaya penanganan bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp239 juta. 

 

Serah-terima bantuan dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud pada hari Selasa (17/02/2026), dalam kesempatan kunjungan langsung ke lokasi untuk bertemu dengan korban terdampak.

 

Selama mengunjungi lokasi pengungsian, Wagub Taj Yasin tidak hanya menyapa para pengungsi, namun juga memastikan berbagai aspek penting mulai dari kondisi kesehatan masyarakat, kelengkapan logistik yang dibutuhkan, hingga kesiapan sarana ibadah menjelang bulan suci Ramadan.

 

"Kami mendorong masyarakat untuk tetap kuat dan menjaga kesehatan meskipun dalam situasi yang tidak mudah. Apalagi menjelang Ramadan, kami sudah memastikan fasilitas ibadah seperti musala siap digunakan. 

 

Tak hanya itu, kebutuhan untuk sahur dan berbuka puasa juga telah kami siapkan secara menyeluruh," ungkapnya saat berbicara di depan para pengungsi.

 

Menurutnya, kebutuhan spiritual menjadi perhatian utama pemerintah karena sebagian besar warga setempat memiliki tingkat kesadaran keagamaan yang tinggi. 

 

"Mayoritas masyarakat di sini aktif dalam kegiatan keagamaan, baik melalui majelis taklim maupun pesantren. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada lokasi ini – sarana ibadah di seluruh pengungsian lainnya juga kami pastikan siap digunakan selama Ramadan," jelas Wagub.

 

Selain urusan ibadah, ia juga melakukan peninjauan terhadap pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan yang diberikan. Kondisi para pengungsi dinilai relatif baik dan kebutuhan dasar telah terpenuhi, meskipun kenyamanannya belum sebanding dengan tinggal di rumah pribadi. 

 

"Alhamdulillah, semua pengungsi dalam kondisi sehat dan layanan yang diberikan berjalan lancar. Namun, kita perlu mempercepat pembangunan hunian sementara karena saat ini baru selesai sekitar 540 unit dari total kebutuhan 900 unit – sehingga masih diperlukan lahan untuk menyelesaikan 360 unit lagi sesuai dengan jumlah rumah yang terdampak," ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang mengupayakan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) serta menyusun rancangan untuk hunian tetap (huntap). Tantangan yang dihadapi adalah satu unit rumah yang rusak bisa menjadi tempat tinggal bagi dua hingga lima kepala keluarga sekaligus. 

 

"Kami akan mencari solusi terbaik terkait hal ini. Selain itu, kami juga sedang mencari lahan yang aman dan telah direkomendasikan oleh BMKG, karena beberapa lokasi yang ada masih memiliki tingkat kerawanan tanah yang tinggi," pungkasnya.

 

Sementara itu, Amir Makhmud menjelaskan bahwa pihak Kabupaten Tegal berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan huntara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, sebelum momen Lebaran tiba. "Kami melakukan segala upaya agar pembangunan dapat segera rampung dan dapat digunakan oleh masyarakat sebelum hari raya Idulfitri," ucapnya.

 

Merasa bersyukur karena kebutuhan pangan dan sandang terpenuhi dengan baik, salah satu pengungsi, Waydi Supratman, mengungkapkan harapannya terkait pembangunan hunian. "Kami sangat berharap proses pembangunan hunian, baik yang sementara maupun permanen, dapat dipercepat. 

 

Pasalnya, Ramadan sudah dekat dan tentunya akan lebih baik jika Lebaran bisa kita lalui di tempat tinggal yang layak, bukan di pengungsian," katanya. Ia menambahkan bahwa berbagai kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan minuman telah tersedia secara memadai di lokasi pengungsian. (Sholeh)