Polres Tegal Awasi dan Amankan Daerah Terdampak Tanah Bergerak

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 23 Februari 2026 18:09 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 228 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM - Tim dari Polres Tegal gencar melakukan pengawasan, pengamanan wilayah, serta memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, pada hari Minggu, 22 Februari 2026.
 
Langkah ini merupakan bagian dari tanggapan proaktif Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, sekaligus memastikan kondisi ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) tetap stabil di lokasi kejadian. Selain melakukan penjagaan area, petugas juga mengumpulkan informasi terkini serta data perkembangan situasi di kawasan yang terdampak.
 
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 900 rumah penduduk terdampak, dengan rincian 405 unit mengalami kerusakan berat, 190 unit rusak sedang, 96 unit rusak ringan, 164 unit dalam kondisi layak huni, dan tambahan 45 unit yang baru saja tercatat dalam pendataan oleh pemerintah desa. Tak hanya hunian, berbagai fasilitas penting seperti tempat ibadah, sekolah, kantor pemerintahan, serta infrastruktur jalan dan jaringan irigasi juga mengalami kerusakan yang bervariasi.
 
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Intelkam AKP Surahno, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pihak kepolisian bekerja sama erat dengan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan pemerintah daerah dalam melakukan proses evakuasi secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan kondisi tanah yang masih berpotensi bergeser akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Sampai saat ini, jumlah pengungsi mencapai 760 kepala keluarga atau setara dengan 2.325 jiwa, yang ditempatkan di beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan.
 
Untuk menjaga keamanan kawasan yang ditinggalkan, Pleton Siaga Bencana Bhayangkara Polres Tegal melaksanakan patroli malam hari serta menjaga keamanan rumah warga yang kosong guna mencegah terjadinya tindakan kejahatan. Selain itu, penyebaran bantuan logistik dilakukan secara terkoordinasi melalui posko induk untuk memastikan setiap kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik.
 
Selain aspek keamanan, layanan kesehatan terintegrasi juga berjalan lancar di beberapa posko pengungsian, dengan total kunjungan mencapai 1.261 kali. Tenaga kesehatan memberikan perawatan medis, pemeriksaan kesehatan berkala, serta melakukan rujukan bagi pasien yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
 
Dalam tahap pemulihan, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait sedang menyusun rencana pembangunan hunian sementara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, sebagai alternatif tempat tinggal bagi warga terdampak. Kegiatan pembangunan diperkirakan akan selesai pada pertengahan bulan Maret 2026.
 
AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa Polri memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendampingi dan membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
 
“Kami menjamin seluruh personel tetap siap siaga di lokasi bencana untuk memberikan rasa aman, mendukung proses evakuasi, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara optimal. Polri akan selalu berdampingan dengan masyarakat, terutama di saat mereka membutuhkan dukungan,” ucapnya.
 
Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya tanah bergerak susulan dan selalu mematuhi arahan dari petugas yang berada di lapangan demi keselamatan bersama.
 
Melalui serangkaian langkah ini, Polri menunjukkan peranannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di tengah situasi darurat, sekaligus memastikan keamanan, keselamatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi seluruh warga terdampak bencana.(Sholeh)