Bupati Tegal Dorong Kolaborasi Lintas Kabupaten Kelola Lereng Gunung Slamet Saat Terima Kunker Komisi IV DPR RI

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 25 Februari 2026 13:07 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 159 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM -  Pemerintah Kabupaten Tegal mengajak berbagai pihak untuk melakukan integrasi pengelolaan kawasan lereng Gunung Slamet sebagai upaya memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi. Usulan ini disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat menyambut kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI di Kota Tegal pada Senin (23/02/2026).
 
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi beserta anggota komisi, para Direktur Jenderal di Kementerian Kehutanan RI, Plt. Direktur Utama Perum Perhutani, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.
 
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan kebijakan kehutanan dan penanggulangan bencana di wilayahnya.
 
"Kunjungan Bapak dan Ibu anggota Komisi IV DPR RI menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung upaya daerah dalam mengelola sumber daya alam dan mengantisipasi risiko bencana," ungkapnya.
 
Menurutnya, pentingnya penguatan tata kelola kawasan hulu semakin terasa setelah terjadinya banjir bandang yang melanda kawasan Taman Wisata Alam Guci, yang berdampak pada fasilitas infrastruktur dan aktivitas ekonomi lokal. Peristiwa ini menjadi momentum penting untuk seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama memperkuat langkah-langkah penanganan risiko secara komprehensif dan berkelanjutan.
 
"Kami telah mengambil langkah cepat mulai dari penanganan darurat hingga proses normalisasi sungai. Namun, untuk membangun ketangguhan kawasan ini, diperlukan kerja sama yang solid dan berlangsung dalam jangka panjang dengan pemerintah pusat dan berbagai stakeholder terkait," tegasnya.
 
Bupati juga menyampaikan tiga poin fokus utama dalam pembahasan, yaitu perluasan kerja sama pengelolaan lereng Gunung Slamet melintasi batas kabupaten, dukungan terhadap rencana pembentukan taman nasional di kawasan tersebut, serta peningkatan sistem peringatan dini berbasis teknologi yang diimbangi dengan penataan ulang kawasan wisata yang lebih mengutamakan keselamatan pengunjung.
 
"Pembentukan taman nasional akan menjadi langkah strategis untuk menjaga fungsi ekologis kawasan, mencegah terjadinya perubahan fungsi lahan yang tidak sesuai, sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana bagi wilayah sekitar seperti Guci," tambahnya.
 
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menyampaikan rasa prihatinnya terhadap musibah yang terjadi di Guci dan menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menyusun strategi penanganan, rehabilitasi, serta penguatan mitigasi agar kejadian serupa dapat dicegah di masa depan.
 
"Kami turut menyayangkan kejadian yang menimpa kawasan Guci. Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin memulai dialog bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam menangani dampak, merehabilitasi kawasan, serta memperkuat sistem mitigasi agar risiko dapat diminimalkan," ujarnya.
 
Ia berharap semua pihak dapat bekerja secara cepat, terkoordinasi, dan responsif dalam memperkuat sistem perlindungan terhadap bencana, terutama di kawasan hulu dan wilayah penyangga yang rawan.
 
Selain pembahasan kebijakan tingkat strategis, pertemuan tersebut juga membahas berbagai aspek teknis pengelolaan kawasan, antara lain pengelolaan area Pancuran Tiga Belas, pengelolaan sumber mata air panas, serta rencana kegiatan reboisasi di kawasan Guci yang akan dilakukan bersama Perhutani dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
 
Sebagai tindak lanjut dari pembahasan teknis, Pemerintah Kabupaten Tegal akan mengusulkan skema kerja sama dengan BKSDA dalam pengelolaan sumber daya air agar lebih terstruktur, tetap memenuhi kewajiban pembayaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal. Skema ini direncanakan melibatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai pihak pengelola operasional.
 
Mengingat mata air panas merupakan daya tarik utama wisata Guci, percepatan penyambungan pasokan air juga menjadi prioritas pembangunan menjelang Hari Raya Idul Fitri guna mendukung kebutuhan usaha mikro kecil menengah dan investor yang beroperasi di kawasan tersebut. "Untuk saat ini, akses masuk ke kawasan wisata Guci tetap dibuka secara gratis bagi seluruh pengunjung," pungkasnya.
 
Melalui kunjungan kerja ini, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal siap memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait untuk mewujudkan kawasan Guci yang tangguh terhadap bencana, aman bagi pengunjung, serta dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Sholeh)