Tegal Luwih Apik Innovation Award 2025: Pemkab Tegal Apresiasi Inovasi Daerah

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 10 Maret 2026 20:43 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 134 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM -  Sebagai wujud penghargaan atas dedikasi para inovator dan perangkat daerah dalam memajukan inovasi lokal, Pemerintah Kabupaten Tegal menyelenggarakan Tegal Luwih Apik Innovation Award 2025. Acara berlangsung di Gedung Dadali pada Senin, 9 Maret 2026.
 
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Sekretaris Daerah, jajaran Asisten Sekda dan Staf Ahli Bupati, kepala perangkat daerah, camat se-kabupaten, para inovator daerah, serta tamu undangan lainnya.
 
Dalam laporannya, Kepala Bapperida Kabupaten Tegal Muhammad Faried Wajdy menekankan bahwa penilaian inovasi daerah tidak semata-mata dilihat dari kuantitas, melainkan lebih pada tingkat kematangan inovasi tersebut. 

Menurutnya, ada 20 indikator yang menjadi tolok ukur kematangan, mulai dari regulasi pendukung, ketersediaan SDM, dukungan anggaran, hingga kualitas layanan dan tingkat kepuasan masyarakat pengguna.
 
“Yang terpenting bukan hanya berapa banyak inovasi yang lahir, tapi seberapa matang inovasi itu. Ada 20 indikator yang kita gunakan, mulai dari aspek regulasi, SDM, anggaran, sampai kualitas dan kepuasan pengguna,” jelas Faried.
 
Faried juga memaparkan data positif mengenai indeks inovasi daerah Kabupaten Tegal yang terus menunjukkan tren kenaikan signifikan. Pada 2023, indeks tercatat 60,33 (sangat inovatif), naik menjadi 67,80 di 2024, dan kembali meningkat menjadi 77,59 pada 2025 dengan predikat yang sama. Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan mengingat posisi Tegal saat ini berada di peringkat 33 nasional.
 
“Kita harus melihat posisi daerah di atas kita. Artinya, masih ada pekerjaan rumah untuk terus mendongkrak indeks inovasi daerah,” ujarnya.
 
Saat ini, tercatat ada 137 inovasi di Kabupaten Tegal. Angka ini masih perlu ditingkatkan mengingat daerah lain mampu menghasilkan hingga 170 hingga 200 inovasi per tahun. Oleh sebab itu, Bapperida mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih aktif berinovasi.
 
“Kuncinya adalah tanamkan dan tunjukkan dulu inovasinya. Soal kematangan, nanti kita bisa belajar dan mendampingi bersama agar inovasi tersebut semakin optimal,” tambahnya.
 
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dalam sambutannya menegaskan bahwa inovasi kini bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mutlak bagi birokrasi untuk menjawab tantangan pembangunan. 

Melalui penghargaan ini, Pemkab Tegal ingin memberikan ruang apresiasi bagi mereka yang telah menghadirkan terobosan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
 
“Di tengah tantangan pembangunan yang kian kompleks, birokrasi dituntut lebih kreatif, adaptif, dan responsif. Inovasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan,” tegasnya.
 
Bupati juga menyoroti pentingnya inovasi di tengah kebijakan efisiensi transfer keuangan daerah. Menurutnya, inovasi menjadi solusi strategis agar pemerintah tetap bisa menghadirkan program berdampak nyata bagi masyarakat tanpa harus selalu mengandalkan anggaran besar.
 
“Inovasi tidak harus membutuhkan biaya mahal, asalkan dampak dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
 
Lebih jauh, Bupati menekankan pentingnya penguatan SDM untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Ia mengumumkan bahwa pada 2025, Pemkab Tegal meluncurkan program Sadesa (Satu Desa, Satu Sarjana) dengan 387 beasiswa yang diraih melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.
 
Ke depannya, Bupati berharap bentuk penghargaan bagi inovator tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga berupa dukungan peningkatan kapasitas, termasuk kemungkinan pemberian beasiswa pendidikan.
 
“Saya ingin penghargaan tidak hanya berupa selembar kertas. Ke depan, kita akan kaji pemberian beasiswa S2 bagi inovator terbaik agar semangat berinovasi makin membara,” ungkapnya.
 
Di akhir sambutan, Bupati berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melahirkan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat.
 
“Mari kita jadikan semangat inovasi ini sebagai gerakan bersama mewujudkan Kabupaten Tegal yang luar biasa. Inovasi adalah kunci kemajuan di tengah tantangan zaman yang kian rumit,” pungkasnya. (Sholeh)