Arus Deras Sungai Kaligung Rusakkan Jembatan Danawarih, Bupati Ischak Pantau Langsung dan Dorong Perbaikan Cepat

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 26 Maret 2026 17:34 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 263 kali ditampilkan

TEGAL - TERKININEWS.COM - Jembatan gantung Danawarih yang terletak di wilayah Kecamatan Balapulang mengalami kerusakan setelah diterpa aliran deras Sungai Kaligung pada malam hari Rabu, 25 Maret 2026. Sebagai tanggapan cepat, Bupati Kabupaten Tegal Ischak Maulana Rohman melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada hari Kamis (26/03) untuk memastikan langkah penanganan dapat segera terealisasi dan akses masyarakat kembali normal.
 
Kerusakan terfokus pada bagian pondasi (abutment) sisi timur jembatan, yang disebabkan oleh luapan air sungai akibat debit tinggi. Kondisi ini membuat permukaan jalan jembatan tidak layak untuk lalu lintas kendaraan, sehingga mengganggu pergerakan warga yang memiliki tujuan utama ke Desa Sangkanjaya.
 
Untuk menangani masalah ini, Bupati Ischak telah memberikan arahan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal agar segera mengambil langkah penanganan darurat. Pembiayaan perbaikan akan dibiayai dari sumber dana Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mempercepat proses pemulihan infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat.
 
“Kita fokus pada dua poin utama dalam perbaikan: penguatan abutment dengan menggunakan beton siklop dan pemasangan bronjong sebagai langkah pencegahan agar arus sungai tidak lagi mengikis struktur pondasi,” terangnya saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
 
Selain upaya teknis pada jembatan, Pemerintah Kabupaten Tegal juga mendorong koordinasi antara pemerintah desa dan kecamatan terkait untuk menyediakan jalur alternatif. Tujuan dari langkah ini adalah memastikan aktivitas sehari-hari masyarakat tetap berjalan lancar dan distribusi barang logistik tidak mengalami hambatan.
 
Bupati Ischak juga memastikan bahwa kawasan di sisi barat jembatan masih dapat digunakan untuk aktivitas ekonomi warga. Meski demikian, masyarakat disarankan untuk menghindari melintas melalui jembatan yang rusak demi menjaga keselamatan bersama.
 
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo menjelaskan bahwa meskipun berusia lebih dari tiga dekade, struktur utama jembatan masih dalam kondisi yang kuat dan aman.
 
“Kita akan mempertahankan kerangka utama jembatan. Saat ini prioritas kita adalah memperbaiki bagian pondasi yang telah tergerus aliran sungai. Target kami adalah jembatan dapat segera beroperasi kembali untuk mendukung mobilitas masyarakat setempat,” ujarnya.
 
Warga setempat menyampaikan apresiasi terhadap kecepatan tanggapan pemerintah. Salah satu warga, Salim (56 tahun), berharap proses perbaikan dapat segera selesai agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lagi, terutama menjelang musim hujan yang cenderung meningkatkan debit sungai.
 
“Kita berharap tidak terjadi lagi kondisi seperti sebelumnya, di mana saat musim banjir warga harus menyimpan cadangan makanan karena akses terhalang. Semoga perbaikan bisa tuntas dalam waktu singkat,” pungkasnya. (Sholeh).