OJK Gandeng PBNU dan BGN, Ekosistem Pesantren Jadi Motor Ekonomi

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 15 April 2026 07:40 WIB dengan kategori Ekonomi Nasional Ojk dan sudah 137 kali ditampilkan

KEDIRI - TERKININEWS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penguatan ekosistem pesantren sebagai langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, dalam kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa.

Menurut Dicky, pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat dengan ekosistem yang kuat.

“Program pemerintah tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui keterlibatan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan dalam rantai pasok.

“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai katalis dan fasilitator yang membuka akses pembiayaan dan memperkuat pemahaman masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan FEBIS, pelaku usaha di lingkungan pesantren dipertemukan langsung dengan lembaga jasa keuangan syariah melalui skema business matching guna membuka akses pembiayaan.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, menyebut program MBG menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, hingga santri.

“Program ini memastikan generasi penerus bangsa mendapatkan asupan gizi sejak dini,” katanya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, juga mendukung penuh program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di pesantren.

“Kita ingin mencetak manusia unggul secara intelektual, fisik, dan spiritual,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yahya.

Dalam kegiatan tersebut, OJK juga menggelar edukasi literasi keuangan syariah kepada ratusan santri melalui program SAKINAH dengan tema Santri Sehat, Keuangan Kuat, Masa Depan Hebat.

Selain itu, dilakukan pula business matching yang diikuti sekitar 150 peserta serta peresmian fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi riil dalam memperkuat ekosistem pesantren yang berdaya saing dan berkelanjutan.