Masyarakat Karimun Mulai Kekurangan Air Bersih
KARIMUN - Ribuan masyarakat di empat kecamatan Pulau Karimun Besar kesulitan mendapatkan air bersih disebabkan Waduk Bati di Kecamatan Tebing yang menjadi sumber air mengalami kekeringan sejak Desember 2014.
"Sumber air bersih melimpah ruah. Jarak Waduk Bati dengan Waduk Sentani juga tidak begitu jauh, hanya sekitar satu kilometer, tapi konektivitas dua waduk itu tidak pernah dilakukan sehingga berdampak kepada ribuan pelanggan PDAM Tirta Karimun," kata mantan anggota DPRD Karimun Raja Zuriantiaz di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
Raja Zuriantiaz menuturkan, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kepala daerah saat ini tidak memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat Karimun, khususnya masalah air bersih yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana diamanatkan undang-undang.
"Dua periode kepemimpinan kepala daerah saat ini tak bisa memberikan solusi. Apa kerja kepala daerah selama itu kalau tidak memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat tersebut," ucapnya.
Ia mengatakan, persoalan krisis air bersih juga membuktikan kebijakan yang tidak pro rakyat. Visi dan misi Kabupaten Karimun tentang peningkatan daya saing perekonomian daerah, menurut dia tidak akan pernah terwujud jika kebutuhan dasar masyarakat saja tidak terpenuhi. (ANT)

