Akibat diPHKnya Tenaga Honerer, Pengawasan Terhadap Pengunjung Destinasi Lubuk Papan Kurang Optimal
LINGGA - Setelah tewasnya Muhammad Ardi Alfatah (17) di objek wisata Pemandian Lubuk Papan, Minggu (17/5) lalu. Kinerja penjagaan dan pengawasan di destinasi wisata tersebut dinilai lamban dan tak optimal. Pasalnya tidak ada pengawasan sama sekali terhadap pengunjung yang berwisata di Lubuk Papan saat ini.
Lubuk Papan merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjung. Apa lagi disaat hari libur. Tetapi saat ini keselamatan dan kenyamanan pengunjung sekarang terancam, kurangnya optimal pos penjagaan setelah banyak di PHKnya para THL sebab dari efesiensi anggaran defisit tahun lalu, akibatnya satu orang pengunjung menjadi korban, sehingga tewas tenggelam di lubuk tersebut.
T.M Iqbalissar, selaku Kabid Destinasi objek wisata saat dikonfirmasi setelah kejadian ini, mengatakan kronologis tenggelamnya salah satu pengunjung tersebut kurang tau ceritanya. Tetapi kami akan memanggil dua orang pekerja yang ditugaskan di objek wisata lubuk papan, untuk lebih mengoptimalkan kinerjanya. Karena waktu kejadian tersebut, para pekerja ini tidak masuk setelah jam istirahat makan siang.
"Kami akan memanggil dua penjaga tersebut, untuk lebih menekankan kinerja supaya optimal. Karena penjagaannya baru ditempatkan disini. Dan SK dua pekerja tersebut di Batu Sangkar, Pagaruyung." jelas Iqbal.
Iqbalissar mengatakan, kalau menurut logika, untuk menyalahkan pemerintah bisa. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) pasti kena. Karena beberap waktu lalu, Kadis kami mengambil kebijakan untuk memberhentikan hampir semua para tenaga honorer. Karena anggaran tidak ada.
"ya mau gimana lagi anggaran tidak ada, kegiatan dipangkas. Gaji para THL mau bayar pakai apa," jelasnya.
Akibat dari itu kenyamanan dan kelesamatan para pengunjung terganggu. Sangat disayangkan, karena kejadian ini baru sekali. Setelah dibukanya Lubuk papan ini pada tahun 2010 lalu.
Kemungkinan besar sebab terjadinya hal tersebut, membuat orang berfikir bahwa lubuk papan sekarang sudah angker, karna sudah ada korban yang tenggelam mati dilubuk tersebut. Sehingga dengan kondisi tersebut nantinya akan berkurang para pengunjung yang ingin berwisata diobjek destinasi lubuk papan. Dan bisa juga diasumsikan PAD nantinya akan berkurang. Karna sebagian besar PAD Kabupaten Lingga ini, berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

