PKB Cabut Dukungannya Terhadap Sani-Nurdin
TANJUNGPINANG - Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Kepulauan Riau (DPW PKB Kepri) Ricky Solihin menyatakan partainya mencabut dukungan terhadap HM Sani-Nurdin Basirun sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kepri.
"Dua hari lalu saya menerima surat tersebut, tetapi belum sempat saya sampaikan kepada pengurus DPW PKB Kepri," kata Ricky kepada jurnalis di Kantor KPU Kepri, Selasa.
Ricky bersama pendukungnya tiba di Kantor KPU Kepri tujuh menit setelah KPU Kepri menerima berkas persyaratan dari Sani-Nurdin.
Ketua Pokja Pencalonan KPU Kepri Marsudi menyatakan Sani-Nurdin diusung lima partai yakni Partai Demokrat, PKB, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerindra dan Partai Nasional Demokrat.
"Penutupan tahapan pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada hari ini, tepat pukul 16.00 WIB," kata Marsudi.
Komisioner KPU Kepri tampak kaget melihat surat yang dibawa Ricky. KPU Kepri menerima SK DPP PKB, namun tidak dapat memproses berkas yang diserahkan Ricky karena tidak didampingi Ismeth Abdullah.
"Syarat mutlak yang harus dipenuhi antara lain pasangan calon harus berada di Kantor KPU Kepri saat mendaftar, dan partai pengusung calon minimal mendapatkan 20 persen (9 kursi) di DPRD Kepri," ujar Marsudi.
Hingga lewat pukul 16.00 WIB, Ismeth Abdullah tidak juga muncul di KPU Kepri. Ricky pun berulang kali berkomunikasi dengan Ismeth, namun mantan Gubernur Kepri itu juga tidak muncul di Kantor KPU Kepri.
"Kami datang ke sini karena begitu deras dukungan dari masyarakat. Kami berharap KPU Kepri mau menerimanya," katanya.
PKB hanya berhasil mendapatkan tiga kursi di DPRD Kepri pada Pemilu 2015. Terkait kekurangan kursi tersebut, Ricky berharap mendapat dukungan dari Partai Golkar.
"Kami masih menunggu keputusan Golkar," kata Ricky.
Anggota DPRD Batam itu mengatakan munculnya nama Ismeth dan dirinya bukan untuk menjegal Sani-Nurdin.
"Tanpa PKB, dukungan partai terhadap Sani-Nurdin sudah mencukupi," ujarnya. (ant)

