Dua Calon Haji Embarkasi Batam Meninggal Dunia
BATAM - Sebanyak dua calon haji embarkasi Batam meninggal dunia di Arab Saudi, yaitu Nurdin Yahya asal Tanjungpinang Kepulauan Riau dan Marnis Rikin Sirin asal Kabupaten Kuantan Singingi.
"'Innalillahi wainna ilaihi rajiun', dua jamaah meninggal dunia. Kami masih mengumpulkan datanya," kata Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam Widarto di Batam, Jumat.
Nurdin Yahya, calon haji asal Tanjungpinang yang tergabung dalam Kloter 1 meninggal di Tanah Suci saat melanjutkan ibadah ke Makkah pada Kamis (3/9) malam waktu Arab Saudi.
Nurdin dimakamkan di Syaraya, Mekkah.
Menurut Widarto, kabar itu diperoleh dari petugas Kloter 1 melalui pesan singkat dan sampai saat ini masih menunggu kelengkapan informasi dari Siskohaj.
Sedangkan Marnis Rikin Sirin (66), warga Dusun Penghijauan Desa Pasar Baru Kecamatan Pangean yang tergabung dalam Kloter 7 meninggal pada Rabu (2/9) di Madinah.
Rikin meninggal di Balai Pengobatan Haji Indonesia, dalam perawatan dokter dan Rikin langsung dimakamkan di Baqi Madinah.
Sementara itu, kondisi jamaah haji embarkasi Batam yang lain dalam kondisi baik.
Sebagian jamaah haji sudah melanjutkan perjalanan dari Madinah ke Makkah, untuk rangkaian ibadah haji selanjutnya.
"Belum ada kabar dari Arab Saudi mengenai yang sakit dan lainnya. Jadi mudah-mudahan kondisinya memang relatif baik," kata Widarto.
Hingga hari ini, lebih dari 4.800 jamaah calon haji embarkasi Batam telah diberangkatkan ke Madinah dalam 11 kelompok terbang.
Embarkasi Batam memberangkatkan 8.911 orang calhaj yang terdiri dari 795 orang asal Kepri (kloter 1 dan 15), 4.036 calhaj Riau (kloter 2-10 dan kloter 20), 1.872 calhaj Kalimantan Barat (kloter 11-15) dan 2.108 calhaj Jambi (kloter 16-20).
(ANT)

