Pemerintah Harus Kirim Tenaga Ahli untuk Percepat Identifikasi Korban Mina

Diterbitkan oleh pada Selasa, 29 September 2015 07:16 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 649 kali ditampilkan

Tim Pengawas Haji DPR RI menilai, jumlah tenaga ahli Indonesia yang terlibat dalam proses identifikasi korban tragedi Mina sangat minim. Padahal, jumlah korban dari seluruh dunia sudah mencapai 1.107 orang.


"Pengiriman tenaga ahli itu menjadi penting seiring dengan nota diplomatik yang dikirimkan pemerintah. Untuk apa kita mengirim nota diplomatik untuk membuka akses dalam identifikasi kalau tenaga ahli yang bisa melakukan tugas itu kurang?" ujar Ketua Komisi VIII DPR, yang juga Tim Pengawas Haji DPR, Saleh Partaonan Daulay, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (29/9/2015). 

 

Sejauh ini, menuerut Saleh, proses identifikasi mengandalkan aparat militer dan tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas. Untuk mempercepat identifikasi, dibutuhkan tambahan tenaga ahli. Apalagi, para petugas yang berada di sana sudah bekerja siang dan malam sehingga tak dalam kondisi prima. 

 

Selain itu, penambahan tenaga ahli dinilai penting seiring dengan pernyataan Menteri Agama bahwa masih ada lima kontainer jamaah yang belum diidentifikasi. Dikhawatirkan, jenazah korban akan sulit diidentifikasi bila terlalu lama melakukan tindakan.


"Walau pun disimpan di lemari es, tetap akan ada perubahan dalam jasadnya. Hanya tenaga yang betul-betul ahli yang bisa mengerjakan tugas berat seperti itu," kata Saleh. 

 

Ia menambahkan, petugas-petugas yang melakukan identifikasi saat ini juga masih memiliki tugas rutin lain dalam melayani jamaah. Gelombang kedua jamaah haji reguler Indonesia baru akan bertolak ke Madinah pada tanggal 3 Oktober yang akan datang. Persiapan mobilisasi jamaah menuju Madinah perlu dimatangkan. Dengan demikian, proses identifikasi korban tidak mengganggu tugas lain yang juga harus dikerjakan.


(kompas)