KAMMI Tanjungpinang Bahas Pilkada dan Kepemimpinan

Diterbitkan oleh Admin pada Ahad, 12 Januari 2020 10:13 WIB dengan kategori Headline Opini dan sudah 767 kali ditampilkan

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Tanjungpinang melaksanakan Diskusi Santai Pilkada Kepri 2020 pada Sabtu 11 Januari 2020 di Kedai Kopi Riuh Batu 8 . Diskusi santai ini dilakukan KAMMI bersama dengan Riuh Projeck dan Kajian Milenial.
Diskusi Santai Pilkada 2020 Mengangkat Tema "Mewujudkan Keefektifan Pilkada 2020 yang berkualitas" dengan Narasumber Bapak Dino Febrijanto, SH. (Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Provinsi Kepri) dan Bapak Afrizal, S.IP,. M.Si (Dosen UMRAH) adapun peserta yang hadir adalah puluhan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi se Tanjungpinang.

Zulkarnain Selaku Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI Tanjungpinang menyampaikan bahwa
Diskusi Santai Pilkada 2020 ini salah satu tujuannya adalah untk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada Mahasiswa, pemuda dan Pemilih pemula agar dapat Menggunakan hak pilih dan Pikirannya untuk dapat mengawal kebijakan-kebijakan, pelaksanaan pilkada 2020 nanti. Kemudian, hal ini juga menjadi salah satu ajang Untk membuka komunikasi yang lebih intens kepada penyelenggara pemilu khususnya KPU Provinsi Kepri.  

Pilkada 2020 nanti akan dilaksanakan di 9 Provinsi, 224 Pilbub dan 37 Pilwako se Indonesia. Khususnya Kepulauan Riau dilaksanakan di Tingkat Provinsi Untk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, kemudian 5 Kabupaten, 1 Kota, Kata Dino Febrijanto.

Kemudian dalam hal ini Dino Febrijanto juga menjelaskan sedikit tentang Teknis, Tahapan dan Anggaran yang dikeluarkan dalam pelaksanaan Pilkada 2020. 

Sedang Dino yang mewakili KPU menjelaskan secara teknis tahapan2 dalam proses pilkada mulai dari pencalonan sampai kepada penetapan. Dino jg menyampaikan pentingnya peran dari mahasiswa dan pemuda untuk membantu KPU dalam mengawasi proses pilkada sehingga PIlkada bisa berjalan dengan lancar. Mahasiswa tidak boleh golput tetapi menjadi garda terdepat dalam mewujudkan demokrasi yang baik di Indonesia khususnya KEPRI.

Arizal dalam penyampaiannya menyebutkankan bahwa: untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas tidak cukup hanya dengan penyelenggaraan pilkada yang efektif saja, karena KPU sebagai penyelenggara hanya memastikan semua tahapan dan mekanisme pemilihan berjalan dengan aturan yang berlaku seperti sosialisasi yang maksimal, partisipasi masyarakat dalam pilkada tinggi dan sebagainya. pentingnya peran partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi dalam melahirkan calon pemimpin yang berkualitas. 

Oleh karena itu Partai Politik Yang berkapabilitas, KPU sebagai penyelenggara pilkada berintergritas serta pemilih yang cerdas merupakan kolaborasi apik dalam melahirkan pemimpin yang berkelas dan berkualitas, sambung Afrizal.