Kabid Humas : Tutup Tempat Ibadah Saat PSBB, Polri Harap Masyarakat Pahami Tujuan Pemerintah

Diterbitkan oleh Admin pada Sabtu, 25 April 2020 21:06 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 554 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Laporan Kementerian Kesehatan RI jumlah kasus terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Indonesia masih menunjukkan tren kenaikan dengan prediksi sembuh ataupun lagi menjalani perawatan, dan meninggal dunia. Bahkan, sangat mungkin sebagian orang yang terinfeksi belum masuk data

Hal tersebut di tenggarai karena sejumlah keterbatasan, juga karena perilaku masyarakat yang salah satunya karena belum disiplinnya masyarakat menerapkan social distancing meski beberapa daerah  telah mengambil kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk di Kota Makassar yang bahkan menghimbau penutupan tempat ibadah.

Akan tetapi menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo bahwa meski demikian sebagian orang masih salah dalam memahami keputusan tersebut, dimana masyarakat seharusnya memahami bahwa penutupan tempat ibadah yang  dimaksud, jangan di salah artikan.

Terkait pelarangan ibadah tersebut menurut Ibrahim Tompo merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan umat dan jamaah dari penyebaran Covid 19 dan menghindari berkumpulnya orang dengan menutup sementara tempat ibadah. Terangnya Sabtu (25/4/2020) terkininews.com

lebih lanjut Kabid Hurnas kemudian menjelaskan penyebaran Covid 19 di mesjid menjadi sangat mudah karena bisa terjadi pada alas tempat sholat dimana terpercik drop plet dan bekas tersebut di sentuh lagi dan kena ke wajah oleh orang yg sehat.

“Jadi saya harap masyarakat memahami bahwa bukan ibadah yang dilarang namun sholat berjamaah tersebut karena berkumpul dan menyentuh permukaan pada lantai atau sajadah yg sudah disentuh oleh orang lain akan memudahkan terjangkitnya covid 19, hal inilah yg dijaga,” harap Kabid Humas

Sebagian orang di masjid mungkin terlihat tetap sehat-sehat saja, namun saat terkena virus bawaan Anda. Boleh jadi kebetulan karena stamina tubuh mereka lagi baik. Virusnya tidak mempengaruhi kondisinya karena daya tahan tubuhnya baik, namun bagaimana dengan jamaah yang kebetulan daya tahan tubuhnya sedang rendah? Mungkin karena dia lagi kecapean, mungkin dia sedang lelah, mungkin stress, kurang istirahat, kurang tidur, kurang minum dan lainnya, Maka fisiknya tidak bisa bertahan saat ketemu dengan virus bawaan dari orang lain yang terjadi tanpa sadar. Demikan juga kepada orang yang sudah kena dan juga tidak sadar kalau sudah jadi pembawa virus jahat buat orang lain,” jelas Kombes Pol Ibrahim Tompo