Kondisi Geografis Petani Enggan Gunakan Traktor untuk Membajak

Diterbitkan oleh Sholeh pada Selasa, 6 Oktober 2020 00:47 WIB dengan kategori Opini dan sudah 732 kali ditampilkan

LAMONGAN  – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 109 Kodim 0812/lamongan, selain melaksanakan program kegiatan dalam pembangunan fasilitas Fisik juga melaksanakan pekerjaan Non fisik demi tercapainya masyarakat yag maju dan sejahtera.

Namun ada sisi berbeda ketika kita melihat Prada Nova ikut membajak disawah petani Desa Tebluru dengan alat yang tradisional yaitu dengan menggunakan sapi.

Pendampingan kepada petani perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian dilokasi TMMD. Karena Bangsa Indonesia memiliki Kebudayaan yang sangat tinggi nilainya baik dalam kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara. Karena didalam sila – sila Pancasila antara sila pertama hingga kelima semuanya sangat berkaitan. Masyarakat meyakini bila dapat mengamalkan dari semua sila tersebut maka kehidupan akan terasa aman, tentram dan damai.

Menurut Dansatgas TMMD Lekol Infantri Sidik Wiyono, Sabtu (3/9/2020) mengatakan, ” Satgas ditengah – tengah tugasnya harus mampu membantu warga yang mengalami kesulitan, sehingga dengan begitu akan terjalin hubungan yang lebih dekat antara TNI dan warga .sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat begitu kuat dan memang tak dapat terpisahkan.”

Lebih lanjut kata Dansatgas menjelaskan,” Tanpa adanya kerjasama yang kuat antara TNI dan rakyat maka pelaksanaan TMMD tidak akan terlaksana dengan sukses, termasuk tindakan satgas dalam membajak sawah membantu petani dengan menggunakan alat tradisional adalah satu bukti kedekatan TNI dan Rakyat.”

Sementara itu, yang menarik dari membajak sawah di Desa Tebluru adalah masih banyak warga yang menggunakan alat tradisional dengan sapi. Alasan masih menggunakan Sapi karena kondisi Geografis Desa Tebluru berada di dataran tinggi, karena akan sulit membawa traktor ke persawahan.