Gelar Simulasi Mobilisasi Pemadaman Karhutla Cara Balai PPIKHL Sinergi TNI Polri Antisipasi Kebakaran Hutan
GOWA, -- Merujuk Instruksi Presiden RI nomor 3 Tahun 2020, tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan menjadi salahsatu tugas Kementerian LHK bersama pihak terkait, dan perlu melakukan pembinaan serta peningkatan kapasitas SDM (masyarakat /pemegang izin usaha / pengelola Kawasan hutan) agar dapat berpartisipasi dalam pengoptimalan upaya penanggulangan karhutla.
Kementerian LHK melalui Balai PPI dan Karhutla wilayah Sulawesi bersama Manggala Agni Gowa Kamis (8/10/2020) melaksanakan kegiatan pencegahan, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dituangkan dalam Program Kerja tahunan.
Adapun salah satu program kerja Balai PPIKHL Wilayah Sulawesi Tahun 2020, yang digelar hari ini sesuai instruksi Presiden adalah dengan melaksanakan kegiatan "Simulasi Mobilisasi Pemadaman Karhutla bertempat di Kantor Manggala Agni Daerah Operasi Sulawesi I/Gowa.
Diketahui kegiatan simulasi tersebut dihadiri antaralain Kepala Balai PPIKHL Wil. Sulawesi Ir. I Made Gede Setia Rimbawan, M.Si. Kepala Seksi Program dan Evaluasi Yudho S. Mustiko S.P., M.Si. dan Komandan Rayon Militer (Danramil) 1409-02 Parangloe Kapten Inf. Abd Rahman serta Kapolsek Parangloe IPTU Kasmawati S.Sos., M.H
Dalam keterangannya Kepala Balai PPIKHL Wil. Sulawesi Ir. I Made Gede Setia Rimbawan, M.Si. menuturkan bahwa fokus kegiatan ini, sebagai pembekalan dan peningkatkan keterampilan teknis bagi masyarakat dan pihak berkepentingan mengenai deteksi dini hingga teknis mobilisasi pemadaman karhutla, sehingga kesiapsiagaan dalam antisipasi dan penanggulangan karhutla dapat terus dijaga dan berjalan sinergis
"Pelaksanaan kegiatan hari ini atas dasar Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020, tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.32/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan serta
Keputusan KPA Nomor: SK. 58/BPPIKHL-SUL/TU/PPI.4/9/2020 tentang penunjukan dan penetapan panitia dan narasumber kegiatan Simulasi Mobilisasi Pemadaman Karhutla oleh Manggala Agni bersama pihak terkait di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan TAHUN 2020" kata Kepala Balai PPIKHL Wil. Sulawesi.
Saat ditanya terkait tujuan dan sasaran pelaksanaan Simulasi tersebut I Made Gede Setia Rimbawan menuturkan bahwa Output hasil yang ingin dicapai dalam giat Simulasi Mobilisasi Pemadaman Karhutla oleh Manggala Agni Bersama Pihak Terkait Tahun 2020 ini, adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta dalam hal penanggulangan karhutla, khususnya mengenai teknik deteksi dini karhutla dan mobilisasi pemadaman karhutla. Terangnya.
"ilmu-ilmu yang terkait peninggkatan kesiap siagaan masyarakat dan unsur terkait, sehingga dapat melakukan upaya-upaya pencegahan dan antisipasi penanggulangan kejadian karhutla secara dini". Kata Kabalai PPIKHL Wil. Sulawesi
Ditempat yang sama Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Gowa Ishak Andi Kunna menjabarkan terkait metode pelaksanaan giat Simulasi yang pelaksanaanya setara dengan 8 jam pelajaran diantaranya Pemaparan Materi dan diskusi yang dilakukan secara panel, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik/simulasi deteksi dini karhutla dan mobilisasi pemadaman karhutla. Katanya
"Untuk materi masing masing dibawakan oleh ahlinya dibidang masing masing diantaranya Kebijakan dan kelembagaan Dalkarhutla akan disampaikan Kepala Seksi Program dan Evaluasi, Yudho S. Mustiko SP., M.Si dari Balai PPIKHL Sulawesi, kemudian Sistem Peringatan dan Deteksi Dini Karhutla dihantar Ferdinand Astoto, S.Hut dari Balai PPIKHL Sulawesi, dan Peran POLRI dalam Pengendalian Karhutla yang akan dibawakan oleh Ibu Kapolsek Parangloe, IPTU Kasmawati, S.Sos., M.H serta Peran TNI dalam Pengendalian Karhutla oleh Danramil 1409-02 Parangloe, Kapten Inf. Abd Rahman". Tandasnya
Para peserta kegiatan simulasi mobilisasi pemadaman karhutla berjumlah 50 orang, dengan komposisi terdiri atas:
1) Manggala Agni 15 Orang
2) TNI 5 Orang
3) Polri 5 orang,
4) Aparat Kelurahan Lanna 2 orang
5) Aparat Kecamatan Parangloe 3 orang,
6) Masyarakat Peduli Api Desa Manuju dan Bilalang 10 orang
7) KPH Jeneberang I, 5 orang
8) BPTH Wil. II Makassar 5 orang
Harapan dari pelaksanaan simulasi adalah terjaganya dan meningkatkan komitmen seluruh pihak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran hutan dan lahan serta terciptanya sinergitas dan kerjasama yang baik antara Balai PPIKHL Wilayah Sulawesi dengan pihak-pihak terkait (unsur pemerintah dan masyarakat) dalam pengoptimalan upaya-upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tingkat tapak. Paparnya. Harap Ishak Andi Kunna. (***)






