Pancasila dan Bahasa Indonesia Hilang di Kurikulum Nasional Jati Diri Bangsa Indonesia Perlahan Sirna

Diterbitkan oleh Saiful pada Senin, 26 April 2021 14:12 WIB dengan kategori Headline Opini dan sudah 255 kali ditampilkan

HALMAHERA SELATAN - Peraturan Pemerintah (PP) No.57 Tahun 2021, tidak mencantumkan Pancasila dan Bahasa Indonesia kedalam Mata Pelajaran baik ditingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama, Sekolah Menengah Atas serta di Perguruan Tinggi (dibangku kuliah), seperti dalam Pasal 40 Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021.

PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional, menghilangkan Mata Pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia di dalam kurikulum pendidikan.

Jika ini tidak dirubah/direvisi, mau dikemanakan jati diri bangsa Indonesia ini kedepan. Sebab bangsa ini dimerdekakan tidak terlepas dari peran utama dua unsur penting yaitu Pancasila sebagai Dasar Negara dan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.  jika Pancasila dan Bahasa Indonesia merupakan dasar bagi bangsa Indonesia ini dihilangkan maka dikhawatirkan akan menyusul nilai-nilai dasar  penting lainnya juga bisa dihilangkan sehingga kedepan anak cucu bangsa Indonesia mulai kehilangan orientasi dari nilai-nilai Perjuangan lainnya. Serta tidak lagi memahami nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara.

Dari substansi inilah saya selaku Sekretaris MPC PEMUDA PANCASILA Kabupaten Halmahera Selatan mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan serta Provinsi Maluku Utara agar menolak serta memberi masukan kepada pemerintah pusat khususnya KEMENDIKBUD untuk menarik Merevisi kembali PP No 57 Thn 2021 tersebut.

Sebab lebih jelasnya, dalam Pasal 40 ayat 3 Peraturan Pemerintah No.57 Thn 2021 ini tidak tercantum Pancasila sebagai Mata Pelajaran. Serta Bahasa Indonesia tidak tercantum tegas sebagai Bahasa Indonesia, hanya disebutkan sebagai bahasa saja.

Sementara dalam Pasal 35 Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dimana dalam Pendidikan Tinggi pancasila dan Bahasa Indonesia dimasukan kedalam kurikulum Perguruan Tinggi.

 

Penulis: Imran Hi. Alim

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Halsel.