Penggusuran Sebabkan Tewasnya Warga, Rohaizat : Bekerjalah Pakai Hati

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 27 Juli 2021 08:32 WIB dengan kategori Batam dan sudah 955 kali ditampilkan

Penggusuran Sebabkan Tewasnya Warga, Rohaizat : Bekerjalah Pakai Hati

BATAM - Aksi penggusuran Pasar Induk Jodoh senin lalu (26/07/2021) yang diwarnai tewasnya salah seorang warga berinisial FS (42) menuai kecaman dari banyak pihak. Salah satunya kekecewaan yang dilontarkan anggota dewan fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Batam, Rohaizat.

“Sebagai anggota DPRD Kota Batam, saya sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Terlebih lagi penggusuran ini terjadi saat Batam berstatus PPKM Level-4. Yang artinya kita berusaha untuk mengurangi kerumunan. Tadi akibat dari penggusuuran ini justru menimbulkan tidak hanya kerumunan tetapi juga kericuhan. Bahkan ada warga yang meninggal akibat serangan jantung di tempat kejadian” kata Rohaizat.

Rohaizat juga menyayangkan penggusuran ini terjadi disaat ekonomi sedang sulit

“Apalagi situasi saat ini, mayoritas masyarakat sedang sulit secara ekonomi. Penggusuran yang terjadi saat ini tentu akan membuat masyarakat di sana makin kesusahan. Pemerintah harus bijak. Berkerjalah pakai hati” tutur rohaizat

Rohaizat yang juga merupakan tokoh masyarakat Tanjunguma itu meminta agar tim gabungan untuk sementara waktu menghindari aktivitas yang bisa menimbulkan kerumunan. Seperti halnya penggusuran yang berpotensi kericuhan ini. Selain itu dia juga menyatakan Pemerintah Kota Batam harus bertanggung jawab atas meninggalnya salah satu warga di lokasi penggusuran Pasar Induk Jodoh.

Rohaizat juga menyatakan dirinya memberi dukungan penuh atas upaya pemerintah kota dalam merevitalisasi Pasar Induk jodoh.

“kita sama sekali tidak pernah menghambat pembangunan. Karena memang sudah selayaknya Pasar Induk Jodoh ini di revitalisasi. Tetapi dalam situasi seperti saat ini, tentu kurang tepat dan tidak bijaksana” ujar Rohaizat.

Sebelumnya pada hari senin lalu (26/07/2021) Warga mencoba menutup akses jalan di depan bangunan Pasar Induk usai rekannya, FS (42) meninggal terkena serangan jantung saat terjadi pembongkaran bangunan Pasar Induk di Kota Batam.  Pembongkaran bangunan lama Pasar Induk Kota Batam oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Ditpam BP Batam, Polisi, dan TNI ditunda sementara usai satu warga yang tinggal di bangunan tersebut meninggal.