Mileanies Tanggapi Santai Masuknya Tim Pemenangan di Sulsel

Diterbitkan oleh Admin pada Rabu, 12 Januari 2022 13:37 WIB dengan kategori Headline Makassar Politik dan sudah 259 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Akhir akhir ini di Sulsel, mulai marak terbentuk tim pemenangan oleh sejumlah bakal calon Presiden. Bahkan, para Capres cenderung datang langsung dengan konsolidasi pada tim pemenangan masing masing.

Akan tetapi hal tersebut bagi Mileanies24, adalah sebuah keniscayaan. Setiap orang yang punya hajat apalagi berkeinginan menjadi pemimpin nasional sangat wajar melakukan ikhtiar mencapai tujuan mereka.

Inilah yang berbeda dengan Anies Rasyid Baswedan. Beliau hingga saat ini belum membentuk tim pemenangan, dan tidak pernah turun melakukan konsolidasi dengan relawan yang terbentuk, apalagi yang namanya tim pemenangan. Kata Asri Tadda selaku Korwil Mileanies24 Sulawesi Selatan

"Anies bahkan tak pernah secara terbuka dan menyatakan diri akan bertarung dalam Pilpres 2024. Anies masih fokus menuntaskan janjinya di DKI Jakarta". Ujar Asri Tadda Rabu (12/1/2022) kepada terkininews.com

Lanjut dalam kondisi demikian,  Anies justru mendapat dukungan luas dimana-mana. Relawan tumbuh seperti cendawan di musim hujan, hadir di seluruh pelosok tanah air. Mereka bergerak sendiri tanpa komando apalagi didanai oleh Anies.  Mereka bergerak dengan kemampuan mereka sendiri.

Bahkan tak ada Rp. 1,- pun dana yang diberikan untuk Mileanies24 oleh Anies di seluruh gerakan Mileanies24, seperti di Jabar, relawan Anies justru disokong oleh donatur yang tidak terlalu besar tetapi sangat ikhlas berjuang menjadikan Anies sebagai Presiden 2024 nanti. Terangnya

Tanpa membentuk tim pemenangan, tanpa konsolidasi dengan tim relawan bahkan banyak yang tak pernah sekalipun bertemu langsung dengan Anies, Anies selalu berada dalam tiga besar hampir semua survey yang dipublikasikan. Hasil itu bagi Anies pasti sangat natural karena kami tahu pasti Anies tak punya keterikatan dengan lembaga survey atau konsultan politik manapun hingga hari ini.

Terbaru, survey Indikator Politik Indonesia menempatkan Anies pada urutan ketiga dengan 15,1 %. Ini sesungguhnya sudah angka yang sangat baik buat Anies karena angka ini pasti tampa framing, artinya angka 15,1% sudah mentok ke bawah, tidak mungkin lagi dibawah angka itu meskipun sudah mengutak-atik margin of error. 

Anies jauh lebih baik dari tokoh lain yang dibicarakan publik karena Anies sesungguhnya belum bekerja. Anies masih fokus membangun DKI dalam sisa 9 bulan masa tugasnya. Meskipun 23 janji kampanye Anies semuanya sudah ditunaikan, namun Anies masih fokus menyempurnakan hasil-hasil karyanya bersama seluruh jajaran pemprov DKI dan warga DKI. 

Framing negatif Anies masih terus digelorakan, misalnya Anies gagal, Anies tidak kerja, Anies tidak berprestasi, Anies tidak becus hingga Anies pembohong. Namun semua framing negatif soal Anies akan dengan sendirinya terbantahkan ketika Anies nantinya menuntaskan masa jabatannya dengan segala karya yang telah dihasilkannya. 

Selanjutnya, Anies bukan orang parpol sehingga tak memiliki struktur jaringan Partai dan mensosialisasikan Anies dengan segala prestasinya. Karena itu, apa yang tergambar dalam elektabilitas Anies adalah pergerakan yang sifatnya organik dan pasti militan. (Tim/***)