SPBU 44.533.14 Karang Duren Bobotsari Purbalingga, Bebas Menjual BBM Pertalite Pakai Derigen

Diterbitkan oleh Suroto pada Sabtu, 15 Januari 2022 05:22 WIB dengan kategori Headline Jawa Tengah dan sudah 275 kali ditampilkan

PURBALINGGA - JATENG
Masih banyak SPBU di Jawa Tengah, yang melayani penjualan BBM Pertalite dengan memakai Jerigen. Seperti yang dilihat oleh awak media pada hari Sabtu 15 Januari 2022 dini hari bahwa SPBU 44.533.14 Karangduren Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah telah melakukan pengisian BBM Pertalite kedalam puluhan Jerigen.

Hal ini sudah di atur oleh Perpres no 191 Tahun 2014, Diduga SPBU 44.533.14 melanggar Standart Operasional Prosedur (SOP) dari pertamina. Bagi masyarakat yang membeli BBM pertalite menggunakan jerigen dilarang jika tidak disertakan surat  rekomendasi untuk kebutuhan tertentu, seperti pertanian, perikanan atau usaha mikro kecil.

Jerigen yang dibenarkan untuk beli BBM di SPBU sudah diatur dan dijelaskan dalam aturan Regulasi, tetapi sering disalah artikan maknanya, bahkan disinyalir mengandung unsur sengaja dilanggar oleh para oknum pegawai SPBU terkesan nakal bersama konsumen yang diindikasi kerjasama.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang melayani konsumen yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen plastik/Fiber, alasannya mengundang resiko kebaran terlalu tinggi.

Hal itu telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia termasuk Regulasi terkait.

Larangan itu disebabkan karena jerigen terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Apalagi  seperti Pertalite yang cepat terbakar, jika dibandingkan dengan BBM jenis  lain.

BBM yang semakin kecil kandungan nilai oktannya, maka akan semakin cepat terbakar. Wadah tampungan atau jerigen yang digunakan untuk menampung bahan bakar itu harus berbahan tidak mudah mengantarkan listrik statis, seperti aluminium. Itupun dengan catatan, bahan bakar yang dibeli memiliki kadar oktan tinggi, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, atau Pertamina Dex.

"Saat awak media bertanya kepada Operator SPBU, Operator menyampaikan, untuk penjualan BBM Pertalite menggunakan jerigen ini, saya hanya sebatas kerja mengisikan Pertalite kedalam puluhan jerigen, semua urusan dengan bos saya, "ucap Operator.

Iwan yang mengaku sebagai penanggungjawab di SPBU  mengatakan, untuk pembelian BBM Pertalite menggunakan jerigen tidak ada aturan yang melarang, saya sudah bekerja 15 tahun di SPBU ini , namun penjualan ini saya lakukan guna membantu masyarakat, kata Iwan.

"Lebih lanjut Iwan  menambahkan, kegiatan penjualan BBM Pertalite menggunakan jerigen di SPBU ini kemarin sudah diketahui oleh pihak Kasatreskrim Polres Purbalingga akan tetapi tidak jadi masalah,  "tambahnya.

Iwan  yang sudah bekerja di SPBU itu tidak mengetahui SOP dari Pertamina juga tidak mengindahkan adanya Perpres No 191 tahun 2014.

Selain itu Security SPBU yang bernama Sariman, setelah meminta dan memotret id card salah satu awak media juga menjelaskan, bahwa pemilik SPBU ini salah satu aggota DPR RI, jelas Sariman.

(Tim)