Bencana Sumatera: 174 Warga Meninggal, Puluhan Ribu Mengungsi
NASIONAL - TERKININEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera: Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Hingga Jumat (28/11/2025) sore, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa total korban meninggal mencapai 174 orang, sementara 12.546 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Ia menegaskan bahwa angka tersebut masih dapat bertambah seiring proses pendataan yang belum tuntas dan sejumlah wilayah yang masih terisolasi.
Di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal tercatat paling banyak, yakni 116 orang, dengan 42 orang lainnya masih dalam pencarian. Suharyanto menjelaskan bahwa beberapa lokasi masih sulit dijangkau akibat longsor sehingga potensi penambahan korban masih terbuka. Hingga kini, sebanyak 3.840 KK di Sumut mengungsi di berbagai wilayah. Mandailing Natal menjadi salah satu daerah yang belum melaporkan adanya korban jiwa, namun akses menuju beberapa titik masih tertutup material.
Di Aceh, BNPB mencatat 35 warga meninggal, 25 hilang, dan 8 orang luka-luka. Jumlah pengungsi di provinsi tersebut mencapai 4.846 KK. Proses pendataan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena beberapa kabupaten/kota masih terputus aksesnya akibat banjir dan longsor.
Sementara itu di Sumatera Barat, bencana mengakibatkan 23 orang meninggal, 12 hilang, dan 4 orang luka-luka. Meski jumlah korban lebih rendah dibanding dua provinsi lain, BNPB menilai dampaknya tetap besar dan masif. 3.900 KK mengungsi, dengan Padang Pariaman menjadi wilayah terdampak terburuk. Sejumlah rumah dan infrastruktur rusak setelah banjir bandang diperparah jebolnya bendungan Gunung Nago.
Suharyanto menekankan bahwa seluruh data masih bersifat dinamis. Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah terus berupaya membuka akses yang tertutup, melakukan pencarian korban, serta mengevakuasi warga terdampak.



