BEI Kepri Bongkar Mitos: Pasar Modal Bukan Arena Spekulasi
BATAM - TERKININEWS.COM - Stigma bahwa pasar modal identik dengan aktivitas “tebak-tebakan saham” masih melekat kuat di sebagian masyarakat Indonesia. Tidak sedikit yang menganggapnya mirip permainan spekulatif atau bahkan menyerempet praktik perjudian. Pemahaman keliru itulah yang kembali diluruskan oleh Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Kepulauan Riau, Indra Novita, S.S., M.M., dalam diskusi santai bersama awak media pada Sabtu (29/11/2025).
Indra menegaskan bahwa pasar modal merupakan aktivitas jual-beli yang sah, terstruktur, dan berada di bawah regulasi yang ketat. Bahkan, aspek religiusnya telah diatur melalui Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. 80, yang menegaskan bahwa transaksi pasar modal bukan bagian dari kegiatan spekulatif sebagaimana sering dipersepsikan.
“Setiap kali bicara bursa efek, banyak yang langsung membayangkan grafik saham naik-turun dan risiko tinggi. Ada pula yang menyamakan dengan judi. Padahal kenyataannya tidak demikian,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat memiliki beragam pilihan instrumen investasi, baik konvensional maupun berbasis syariah. BEI telah menyediakan indeks syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII) dan IDX Sharia yang berisi perusahaan yang telah lolos penyaringan sesuai prinsip syariah. “Kalau tidak sesuai kaidah, otomatis tidak masuk indeks syariah,” tegasnya.
Lebih jauh, Indra mengungkapkan bahwa pasar modal tidak hanya berisi saham. Terdapat instrumen berisiko rendah seperti obligasi negara yang diterbitkan Kementerian Keuangan dan tercatat di BEI. Produk seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) maupun Sukuk Ritel disebutnya ideal bagi masyarakat yang ingin berinvestasi aman, stabil, dan berimbal hasil lebih tinggi dari deposito bank.
Indra juga membantah anggapan bahwa kerugian di pasar modal tidak memiliki batas. BEI telah menerapkan mekanisme auto rejection—batas maksimal kenaikan atau penurunan harga harian—yang berfungsi sebagai pelindung investor. Dengan strategi jangka panjang, katanya, risiko dapat ditekan secara signifikan.
Sebagai perpanjangan tangan BEI di daerah, BEI Kepri terus mendorong literasi pasar modal agar masyarakat memahami cara kerja investasi dengan benar. Edukasi publik, menurut Indra, merupakan langkah penting dalam menghapus persepsi bahwa pasar modal hanya cocok bagi trader berpengalaman atau pemain jangka pendek.
“Kami siap mendampingi. Yang penting masyarakat tahu bahwa pilihan investasinya sangat banyak dan tidak hanya saham. Ada instrumen aman seperti surat utang negara yang bisa menjadi solusi untuk kesehatan finansial jangka panjang,” tutupnya.

