liputan khusus
Menunggu Bayangan di Ketapang: 48 Jam yang Amblas
Ketapang, Kalbar — Dua hari berlalu, namun harapan untuk bertemu orang nomor satu di Kabupaten Ketapang seolah lenyap disapu angin birokrasi. Empat puluh delapan jam waktu terbuang tanpa kejelasan.
“Tak rotan, akarpun
ekonomi
feature
hukum
ojk
Feature: Saiful K. Teibang
Syahid Liga duduk diruang tamu sambil menatap lembaran kertas yang mulai mengusam diatas meja. Dokumen-dokumen berserakan. Ada surat perjanjian investasi, Salinan laporan dari kepolisian sampai putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan ia telah menang. Tapi satu yang tidak ada
editorial
feature
kepri terkini
literasi
FEATURE - TERKININEWS.COM - Di pesisir Nongsa, Batam, suara ombak sudah tak lagi membawa harapan seperti dulu. Nelayan yang biasanya pulang dengan perahu penuh tangkapan, kini harus rela membawa jaring kosong setelah menempuh perjalanan lebih jauh ke tengah laut. Sugito, nelayan asal Batu Besar, mengenang masa
headline
FEATURE - TERKININEWS.COM - Sebuah momen penuh haru dan inspirasi terjadi pada 29 September 2025, ketika Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara akad massal 26.000 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Di hadapan ribuan orang, Prabowo menyampaikan hormatnya kepada
headline
olah raga
profil
FEATURE - TERKININEWS.COM - Di balik sorotan panggung olahraga, ada kisah perjalanan panjang seorang anak bangsa yang kini hanya bisa dikenang. Naufal Takdir Al Bari, atlet gimnastik putra Indonesia, berpulang saat menjalani training camp di Rusia, Kamis (25/9). Usianya baru 19 tahun, namun semangat juangnya
suara mahasiswa
Nabilah Septiani
Mahasiswi Jurnalistik Politeknik Negeri Jakarta
Beberapa langkah lagi, aku akan menuntaskan perjalanan panjang ini. Aku hanya perlu menyelesaikan magang terakhir, lalu mulai merajut kata demi kata untuk tugas akhir. Jalan yang kutapaki sejak awal kuliah kini terasa semakin dekat
suara mahasiswa
Seraphica Artika
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Siang hari itu, langit cerah dan jalanan lengang di sebuah sudut perumahan. Santi, siswi kelas satu SMP, baru saja pulang sekolah, mengenakan seragam putih biru dengan rok selutut, kaus kaki panjang, dan sepatu hitam. Ia berjalan bersama
suara mahasiswa
Filza Hayuning Wafa
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Dalam sistem pendidikan yang penuh standar, angka sering dianggap segalanya. Nilai tinggi dirayakan, ranking dipuja, dan ruang kelas jadi arena adu cepat menghafal. Tapi, benarkah nilai merah berarti gagal dalam hidup?
Faktanya, di luar
suara mahasiswa
Savitri Shalssabila
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Sebagian orang membuat janji pada orang lain. Sebagian lagi memilih berjanji pada dirinya sendiri. Janji-janji itu biasanya diam tak diumumkan, tak ditulis, tapi tetap terasa berat saat gagal ditepati.
Begitulah yang dirasakan oleh Ara,
Daffa Akshana
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
“Maaf, saya belum siap. Takut salah.” Kalimat itu terdengar ringan. Namun, semakin sering diucapkan, semakin terasa berat. Terutama ketika keluar dari bibir mahasiswa, pelamar kerja, atau bahkan siswa SMA yang belum genap 18 tahun. Di baliknya
suara mahasiswa
Oleh: Petra Christian Nugraha
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Mobil tua berwarna kuning mustard itu mogok lagi. Dengan kompak, seluruh anggota keluarga Hoover mendorongnya di tengah panasnya jalan tol. Mesin meraung, pintu geser ditutup tergesa-gesa, dan Combi itu melaju pelan dengan suara
suara mahasiswa
Aditya Pratama
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh sorotan seperti sekarang, kegagalan sering kali menjadi momok menakutkan. Ia seolah-olah adalah label untuk ketidakmampuan, penanda akhir dari sebuah usaha. Tapi benarkah demikian?
Kegagalan, dalam
suara mahasiswa
Debyca Nabilah Dianti
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Sejak kecil, kita terbiasa percaya bahwa hidup adalah soal rencana: belajar yang rajin, punya target besar, dan berjuang mati-matian untuk sampai ke tujuan itu. Maka ketika kenyataan tak sejalan dengan harapan, kegagalan terasa seperti
suara mahasiswa
Calista Adinda Luckyta
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
ahun-tahun pertama masa remaja Aulia tak pernah ia bayangkan akan diwarnai oleh perasaan gagal yang begitu dalam dan membekas. Bukan karena ia malas belajar atau kurang berusaha—justru sebaliknya. Sejak kecil, Aulia dikenal sebagai
suara mahasiswa
Raden Muhammad Fajar Visandy
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Tidak ada satu pun dari kita yang tumbuh besar dengan cita-cita untuk gagal. Kita dibesarkan dengan harapan, rencana, dan target-target yang seolah sudah tertulis jelas di garis hidup. Masuk sekolah terbaik, lulus tepat waktu,