suara mahasiswa
OPINI
Intan Maharani
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Pernahkah Anda berada di tengah keramaian tetapi merasa sendirian? Fenomena ini semakin umum dirasakan, terutama di era digital. Banyak orang terlihat sibuk berinteraksi di media sosial, tetapi kenyataannya, kesepian tetap menghampiri.
suara mahasiswa
OPINI
Ikke Nurul
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Satu kalimat sederhana bisa menjadi jembatan yang menguatkan ikatan emosional dalam sebuah hubungan. Di tengah dinamika kehidupan pasangan, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga tentang menciptakan koneksi yang
suara mahasiswa
OPINI:
Zihan Muhtafa
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Mendaki Gunung Gede bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan emosional dan sosial. Gunung yang megah ini menjadi ruang terbuka bagi ujian ketangguhan sekaligus panggung solidaritas. Di tengah rintangan alam, tumbuh
suara mahasiswa
OPINI:
Alifha Syafitri Salma
Mahasiswa (Jurnalistik) Politeknik Negeri Jakarta
Saya pernah berada di titik di mana semua terasa berat. Bangun tidur rasanya males, makan pun hambar, dan kepala dipenuhi pikiran “kenapa sih hidup gue gini-gini aja?”. Waktu itu, saya nggak butuh
suara mahasiswa
OPINI:
Maria Elisabeth Sitanggang
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta
“Main media sosial bikin capek hati.”
Kalimat ini mungkin pernah kita ucapkan atau dengar dari teman. Belum lama membuka Instagram, kita langsung merasa tertinggal. Teman-teman tampak sudah melesat jauh. Ada
suara mahasiswa
OPINI:
Afifah Fauziyyah
Mahasiswa Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta
Banyak orang merasa gagal berpikir positif, lalu menyalahkan diri sendiri, padahal tanpa ia sadari, hal-hal tersebut bisa saja datang dari lingkungan yang toxic. Berpikir positif sangat dipengaruhi oleh
suara mahasiswa
OPINI
Firman Adhi Setyawan
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Pernahkah kita membuka TikTok “hanya sebentar”, lalu sadar bahwa satu jam sudah lewat tanpa ingat apa yang sebenarnya kita tonton? Bukan hanya kehilangan waktu, kadang kita juga merasa lelah, kosong, atau sulit
suara mahasiswa
OPINI:
Mahagiga Muhammad Wicaksono
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Tidak semua pertemanan membawa dampak positif. Dalam lingkup kehidupan mahasiswa, memilih teman bukan sekadar perkara jumlah, tetapi kualitas. Pertemanan yang sehat dapat menjadi bahan bakar semangat dan kunci hidup lebih
suara mahasiswa
OPINI:
Titin Sahra Melani
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Banyak orang merasa lelah bukan karena pekerjaan yang berat atau aktivitas fisik yang padat, melainkan karena pikiran yang terus-menerus menekan. Pikiran yang sibuk menilai, mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi, atau
suara mahasiswa
OPINI:
Raissa Widiawati
Mahasiswa Penerbitan (Jurnalistik), Politeknik Negeri Jakarta
“Kenapa pertemanan kadang lebih melelahkan dari hubungan asmara? Haruskah selalu memaklumi, meski hati terluka?”
Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak banyak orang. Kita sering
suara mahasiswa
OPINI:
Sheila Lathifatul Adawiyyah
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Tidak sedikit orang yang terjebak pada pemikiran bahwa kesembuhan dari penyakit sepenuhnya bergantung pada obat dan dokter. Perspektif ini tentu tidak salah, namun menjadi tidak lengkap apabila mengabaikan faktor-faktor
suara mahasiswa
OPINI:
Salma Anisa Afriani
Mahasiswa Penerbitan (Jurnalistik) Politeknik Negeri Jakarta
Namanya Alma. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah mencatatkan prestasi di dunia pencak silat: juara tingkat kota, provinsi, hingga dipercaya mewakili sekolah dalam berbagai kejuaraan antar
suara mahasiswa
OPINI:
Martha Ayu Winarno
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Berpikir positif sering dianggap sebagai tanda kedewasaan. Banyak orang memegang prinsip “jangan berprasangka buruk” dan percaya bahwa kepercayaan adalah kunci langgengnya sebuah hubungan. Maka ketika pasangan bersikap
suara mahasiswa
OPINI:
Rio Ferdinand
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
Di tengah derasnya arus kehidupan, manusia kerap dihadapkan pada tantangan yang terasa tak berujung: himpitan ekonomi, kegagalan dalam meraih impian, hingga tekanan sosial yang membelenggu langkah. Namun, dalam pusaran ujian itu,
suara mahasiswa
OPINI:
Intan Nur Anwari
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta
"Sudah ya, jangan dipikirkan. Yang penting tetap semangat."
Kalimat seperti ini sering terdengar dalam keluarga, terutama saat seseorang sedang mengungkapkan rasa kecewa, cemas, atau kelelahan. Maksudnya mungkin untuk